Anggrek Terkecil di Dunia dari Bandung yang Mulai Langka

 

ESIABET – Anggrek menjadi salah satu tanaman hias yang populer. Warnanya yang cantik kerap kali menghiasi rumah. Tak heran, banyak orang yang menjadi penggemar tanaman anggrek. Nah, salah satu anggrek yang paling mencuri perhatian bagi para pencinta anggrek ialah anggrek akar atau Taeniophyllum sp. Berbeda dari umumnya, anggrek ini sangat kecil dengan ukuran 1-2 milimeter. Bentuknya yang mini membuat tanaman ini mendapat predikat anggrek terkecil di dunia. Tak hanya bentuknya saja yang unik, anggrek ini cukup langka karena hanya bisa tumbuh di pohon meranti merah (Shorea). Namun sayang, kini keberadaan tanaman mungil ini mulai terancam kepunahan karena habitat pohon meranti di alam mulai berkurang.

Berbeda dari anggrek lainnya, tanaman anggrek langka ini bentuknya sekilas terlihat seperti lumut. Daunnya pun terlihat unik karena ukurannya lebih besar daripada bunganya. Bahkan, besar bunga anggrek hanya seukuran jarum pentul. Bisa membayangkan bagaimana kecilnya kan?

Saat mekar, bunganya akan terlihat berwarna putih dan hijau. Meski kecil, namun anggrek akar ini tetap terlihat cantik dan eksotis. Untuk melihat lebih detail tanaman yang merambat pada pohon meranti ini kamu perlu menggunakan kaca pembesar. Sebelumnya, pengelola Tahura Djuanda mengira anggrek tersebut merupakan Taeniophyllum Glandulosum atau spesies anggrek kecil lain yang juga ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Namun, setelah melakukan penelitian mendalam. Hasil riset mengatakan anggrek ini berbeda dengan sekitar 200 spesies anggrek lainnya termasuk denganTaeniophyllum Glandulosum.Tanaman anggrek liliput ini pun resmi bernamaTaeniophyllum THRJ(Taman Nasional Hutan Raya Djuanda) sesuai dengan tempat ditemukannya pertama kali pada 2008.

Sayangnya, kamu terancam tidak bisa melihat keindahan anggrek ini. Pasalnya, tanaman langka ini mulai mengalami penurunan populasi akibat banyaknya alih fungsi lahan. Pohon meranti, tempat tumbuh Taeniophyllum THRJ merupakan tumbuhan berkayu yang sering digunakan sebagai bahan pembuatan rumah dan furniture. Banyaknya alih fungsi lahan dan habitat pohon meranti yang berkurang membuat tanaman anggrek ikut terancam populasinya. Tahun 2021 ini THRJ bersama beberapa instansi melakukan penelitian mendalam terhadap anggrek terkecil dengan nama Teaniophyllum THRJ. Tumbuhan ini belum bisa dibudidayakan karena belum ada metode yang tepat untuk memindah anggrek terkecil ini dari inangnya. Peneliti juga terus melakukan riset cara-cara untuk mempertahankan dan memperbanyak populasi demi keberlangsungan anggrek langka ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *