Miris, Bocah 8 Tahun Ini Rela Kerja Serabutan Demi Beli Obat untuk Nenek yang Sakit

POKER899 – Tidak bisa dibayangkan apabila seorang bocah berusia 8 tahun harus terpaksa bekerja dan mencari uang. Ya, namun usianya yang masih belum cukup tak menjadi penghalang bagi bocah satu ini. Bocah yatim ini berjuang menjadi pahlawan untuk sosok nenek yang begitu disayang serta dicintainya. Amat pilu, ia terpaksa harus banting tulang demi menghidupi sang nenek yang saat ini sudah tak bisa lagi bekerja.

Ingin tahu kisah perjuangan bocah 8 tahun ini dalam mengais rezeki? Simak lanjutan ulasan berikut ini.

Kerja Serabutan

Riyan, seorang bocah berusia 8 tahun terpaksa harus berjuang demi bertahan hidup dan menjadi tulang punggung bagi neneknya. Ia rela menjadi buruh serabutan demi bantu neneknya yang sudah tua dan sakit-sakitan.

Setiap usai sekolah, Riyan akan mulai bekerja untuk mencari uang.

“Riyan bekerja sepulang sekolah,” tulis keterangan dalam unggahan video akun Instagram @rumahyatim.

Jual Kayu Bakar dengan Harga Rp10 Ribu Per Ikat

Segala pekerjaan serabutan dijalaninya dengan amat tekun demi mendapatkan rezeki. Salah satunya adalah mencari kayu bakar setiap kali dirinya usai sekolah.

 

 

Kayu bakar yang sudah terkumpul pada nantinya akan dijual oleh Riyan. Tidaklah mahal dan berpenghasilan banyak, tiap ikat kayu bakar yang berhasil didapatkan hanya dijual seharga Rp10 ribu saja. Itu semua begitu jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan sang nenek.

Demi Bisa Makan dan Sembuhkan Nenek

Bukan tanpa alasan Riyan harus berjuang di usianya yang masih sangat kecil itu. Begitu mulia, ia ingin membelikan obat serta membuat neneknya yang sudah tua dan sakit-sakitan tersebut bisa sehat kembali.

Selain itu, Riyan mencari uang juga agar dirinya dan nenek bisa terus makan setiap harinya. Diketahui Riyan merupakan sosok cucu yang amat mencintai sang nenek, ia pun juga kerap menyuapi neneknya untuk makan.

Sekolah dengan Seragam Usang dan Sepatu Bolong

Seperti terlihat dalam akun Instagram @rumahyatim, saat ini Riyan duduk di bangku kelas 2 SD. Begitu miris, ia pergi ke sekolah dengan mengenakan seragam yang sudah usang dan juga sepatu bolong, bahkan talinya pun sudah diganti dengan sebuah kain.

“Nenek tidak memiliki uang untuk membelikan saya sepatu baru saya sudah sangat bersyukur memiliki sepatu meski sudah bolong daripada tidak punya sama sekali” papar Riyan seperti dikuti dari Instagram Rumah Yatim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *